Sabtu, 19 Maret 2011
Budidaya Sereh Wangi
Sereh wangi dikenal dengan berbagai nama daerah, seperti sere mangat (Aceh), sange-sange (Toba), sere (Gayo, Jawa, Madura), sarai (Minangkabau), sorai (Lampung), sereh (Sunda), see (Bali), patahampori (Bima), kendoung witu (Sumba), nau sina (Roti), bu muke (Timor), tenian nalai (Leti), timbuala (Gorontalo), langilo (Buol), dirangga (Goram), hisa-hisa (Ambon), isola (Nusa laut), bisa (Buru), hewuwu (Halmahera). Sedangkan nama asingnya adalah citronella grass. untuk informasi Klik disini
Budidaya Nilam
Rabu, 16 Maret 2011
Penyelenggaraan Lomba Situs Web 2011
Sebagai upaya untuk lebih meningkatkan layanan informasi pertanian baik di pusat maupun di daerah, serta menindaklanjuti Inpres Nomor 3 Tahun 2003 tentang e-Government, pada tahun 2011 ini Kementerian Pertanian kembali menyelenggarakan Lomba Situs Web SKPD lingkup pertanian provinsi dan SKPD lingkup pertanian kabupaten/kota seluruh Indonesia yang ke-VIII.
untuk informasi lengkap klik Disni
untuk informasi lengkap klik Disni
Contoh Laporan Demplot
PENDAHULUAN
Padi merupakan tanaman pangan utama penduduk Indonesia, sebagian besar ditanam di lahan sawah. Kendala produktivitas lahan sawah diantaranya akibat serangan hama, penyakit dan gulma. Perkembangan pengganggu tanaman ini sering didukung oleh cara tanam yang sebenarnya masih bisa diperbaiki.
Klik disiniJumat, 11 Maret 2011
Jual Pupuk Kompos Harga Super Murah
Mitra Kompos bekerja sama dengan BP3k Kecamatan Juli menjual Pupuk Kompos berkualiatas dengan Harga Super Murah.
kami melayani pembelian Partai Besar dan Kecil Hubungi 085260636660
Compost Partners in collaboration with District BP3k Compost in July to sell the best quality and price Super Cheap.
We sell Large and Small Parties Call 085260636660
Puluhan Petani diajari Membuat Pupuk
BIREUEN - Puluhan petani di Desa Cot Mane, Kecamatan Samalanga, Bireuen, diajari membuat pupuk pestisida nabati dan pupuk anorganik oleh penyuluh pertanian, di halaman meunasah desa setempat, Kamis (10/3). Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi pengeluaran petani karena bahan yang dipakai berasal dari buah-buahan dan daun-daunan yang mudah didapat di lingkungan masyarakat setempat.
“Pestisida nabati bermanfaat untuk mencegah penyakit yang menyerang tanaman padi dan tanaman produktif lainnya. Dengan pupuk pestisida nabati petani tidak perlu lagi membeli pestisida atau pupuk organik, sehingga mengurangi pengeluaran bagi petani. Selain itu pestisida nabati juga bisa dikomersilkan,” kata Kepala Badan Penyuluh Pertanian dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Bireuen, Sofyansyah di hadapan pada petani setempat.
Sofyansyah yang didampingi koordinator pengamat hama dan penyakit tanaman Kabupaten Bireuen, Azhari serta beberapa tenaga penyuluh lainnya menambahkan, jenis hama yang dapat dibasmi dengan mengganukan pupuk pestisida nabati itu antara lain, ulat, kepinding tanah, dan walang sangit yang menyerang daun tanaman. “Selain bahan bakunya mudah diperoleh, cara pembuatan dan penggunaan pestisida nabati lebih mudah dan nyaman daripada pupuk organik atau pestisida yang dibeli di pasar,” katanya.
Diterangkan Sofyansyah, dalam enam liter pestisida nabati bisa digunakan untuk satu hektare lahan tanaman. Jadwal penyemprotan pupuk tersebut juga bisa dilakukan kapan saja tidak terpengaruh dengan waktu dan iklim. Selain itu, kata Sofyansyah, peran penyuluh sangat diutamakan dalam memberikan penyuluhan kepada petani terutama terkait pembuatan dan penggunaan pupuk pestisida nabati tersebut.
“Kami berharap seluruh petani di Kabupaten Bireuen dapat memanfaatkan daun-daunan dan buah-buahan yang terdapat di sekitarnya untuk diolah menjadi pupuk pestisida nabati, sehingga ke depan ketergantungan petani terhadap pupuk organik dapat dikurangi,” ujarnya.(c38)
“Pestisida nabati bermanfaat untuk mencegah penyakit yang menyerang tanaman padi dan tanaman produktif lainnya. Dengan pupuk pestisida nabati petani tidak perlu lagi membeli pestisida atau pupuk organik, sehingga mengurangi pengeluaran bagi petani. Selain itu pestisida nabati juga bisa dikomersilkan,” kata Kepala Badan Penyuluh Pertanian dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Bireuen, Sofyansyah di hadapan pada petani setempat.
Sofyansyah yang didampingi koordinator pengamat hama dan penyakit tanaman Kabupaten Bireuen, Azhari serta beberapa tenaga penyuluh lainnya menambahkan, jenis hama yang dapat dibasmi dengan mengganukan pupuk pestisida nabati itu antara lain, ulat, kepinding tanah, dan walang sangit yang menyerang daun tanaman. “Selain bahan bakunya mudah diperoleh, cara pembuatan dan penggunaan pestisida nabati lebih mudah dan nyaman daripada pupuk organik atau pestisida yang dibeli di pasar,” katanya.
Diterangkan Sofyansyah, dalam enam liter pestisida nabati bisa digunakan untuk satu hektare lahan tanaman. Jadwal penyemprotan pupuk tersebut juga bisa dilakukan kapan saja tidak terpengaruh dengan waktu dan iklim. Selain itu, kata Sofyansyah, peran penyuluh sangat diutamakan dalam memberikan penyuluhan kepada petani terutama terkait pembuatan dan penggunaan pupuk pestisida nabati tersebut.
“Kami berharap seluruh petani di Kabupaten Bireuen dapat memanfaatkan daun-daunan dan buah-buahan yang terdapat di sekitarnya untuk diolah menjadi pupuk pestisida nabati, sehingga ke depan ketergantungan petani terhadap pupuk organik dapat dikurangi,” ujarnya.(c38)
Langganan:
Postingan (Atom)

